Elang.
Menurut Wikipedia Elang itu adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu pelepah…
Yeah, he’s hot. I think. Seenggaknya kalau ngobrol sama dia selalu bikin emosi jiwa. Panas. Belum pernah gue nemuin orang seangkuh, sesombong, sengintimidasi itu. Kalau aja dia ada di deket gue pasti udah gue injek-injek.
… Elang merupakan hewan pemangsa. Makanan utamanya hewan mamalia kecil seperti tikus, tupai atau ayam….
Agree with that. He’s a predator. Dia pemangsa dikala gelap. Mangsa makhluk-makhluk kecil dan polos seperti gue. Like others predators, he seems knows my weakness. I never forget that time. When we just meet less than 24 hours, he said: Kamulah yang aku cari. You’re my soulmate.
It sounds crazy. Yeah it is.
Gimana engga? Sepanjang sejarah kehidupan gue yang udah menginjak 25 tahun ini belum pernah gue nemuin orang gila segila dia. Coba tempatin di posisi gue. Iseng masuk sebuah chat room, lalu PM beberapa id yang nggak alay dan akhirnya we meet.
Awal ngobrol dengan dia kelihatan standar layaknya orang chatting lain. ASL (Age, Sex, Location) then bla bla bla… Tapi lama-lama ngobrol sama dia mulai kelihatan sifatnya yang mengintimidasi banget.
Gue: Eh dari tadi kamu nanya terus. Gantian aku dong yang nanya.
Dia : Nanti. Giliran kamu nanti. Sekarang aku dulu yang nanya.
Gue: Iiiihh...
Dia: Sekarang aku nanya, kamu di Makassarnya dimana?
Gue: Haaaah...ga nanya sekalian kantor aku dimana? Aku kos dimana? Aku kerja bagian apa? Sekalian aja biar lengkap kalau mau nge-resume CV aku.
Dia: Itu nanti. *masih cool*
Gue: *emosi pengen lempar kursi*
...Paruh elang tidak bergigi tetapi melengkung dan kuat untuk mengoyak daging mangsanya...
Yes he have. Buktinya belum 24 jam gue kenal sama dia, dia udah berhasil ngoyak-ngoyak pertahanan gue yang gue bangun tinggi. Gue juga bingung kenapa gue bisa percaya sama dia secara dia orang asing yang baru gue kenal. Gue ga tau fisiknya seperti apa walaupun dia udah kasih foto dan menurut gue cukup keren. Tapi kan bisa aja dia ternyata penjahat yang demen motong-motong orang?!
Burung ini juga mempunyai sepasang kaki yang kuat dan kuku yang tajam dan melengkung untuk mencengkeram mangsa serta daya penglihatan yang tajam untuk memburu mangsa dari jarak jauh tak terkira.
Dia punya mata yang bagus. Pandangan matanya... I dont know, rasanya kalau lihat matanya gue suka deg-degan sendiri. Hahahaha... kacrut deh gue. Sumpah.
Elang juga bisa terbang tanpa suara ketika tengah mengincar mangsanya.
And here it is... diam-diam tanpa suara dia telah merayap masuk ke dalam hati gue.
Yah, berawal dari hal itu.
Gue sama dia kenal dari chatroom. Oke, silahkan ketawa. Boleh lo. Silahkan... karena gue sendiri bakalan ketawa kalau bukan diposisi gue saat ini.
Pernah nggak sih kalian mikir? sometimes kita bisa ketemu dengan orang yang cocok di suatu tempat yang nggak terpikirkan sebelumnya. Maksud gue di chatroom. Yah gimana ya, emang sih dia bisa aja penjaga warnet yang iseng atau penjahat yang demen motong-motong orang. Tapi... I dont know.... there's something I feel...
Tapi jangan mikir perjalanan kisah kita kayak di novel-novel. ketemu di chatroom, trus ketemuan, then pacaran, merit, punya anak, sampe tua. haaaaaaah..... jauhhhh...
Ya memang sih di awal-awal kita sempat asik dalam arti kayak pacaran gitu (mungkin dia nganggepnya pacaran kali ya) soalnya dia pernah bilang gini.
dia : ciL
gue : ya?
dia : boleh nggak kamu buat aku?
gue : waduh gimana ya? cuma ada satu nih. agak unik soalnya. susah buat produksi lagi.
dia : aku janji bakal jagain kamu dengan sepenuh hati, segenap jiwa raga
gue : nah kalau itu, bukan wewenangku lagi. kamu bicara aja sama papaku. berani ga?
dia : apapun bakal aku hadapi. aku hanya ingin kamu ciL
hhhhhh... he's so sweet. But I've messed up. seperti biasa. aku suka bikin gara-gara. gara-gara sifat manja dan idiot gue. hhhh...gue nyesel banget. kalau aja waktu itu gue bisa ngontrol emosi gue yang suka ga kekontrol ini, mungkin dia masih bertingkah seperti itu...
jadi kejadiannya gini, waktu itu dia ada kerjaan atau proyek di Sumatera Utara yang mengharuskan dia terbang kesana. dia bilang disana dari kamis pagi balik jumat sore. then yah, gue prepare ngedate dong sama dia pas jumat malem walaupun cuma ngedate lewat chat. tapi sampai jam 11 malem he's not comes up.
gue pikir pasti dia kecapean. yah, dia memang orangnya agak seenak udel (bukan agak sih tapi yah dia memang suka seenak sendiri jadi wajar dia ga ngasih kabar). lalu hari pun berganti. sabtu gue nungguin dia, dia tetep ga onlen. then minggu. then senin.
gue udah kayak orang gila rasanya. yah, walaupun kita berdua belum ketemu tapi gue nganggep there's something between us. ya wajarlah gue kuatir. gue cek berita di internet tentang pesawat jatuh, atau penembakan, pembunuhan di sumatera utara. tapi ga ada kabar apa-apa. yah, tapi itu ga bikin ke khawatiran gue turun. malah semakin panik. gue muak. gue marah. gue sebel. gue ngamuk.
kalau aja dia ada di depan gue saat itu pasti udah gue lempar CPU kepalanya!
gue nggak suka dibikin penasaran atau khawatir. dan karena ga bisa nyalurin semua itu itu, gue cuma nangis. nangis dalam diam. seperti dia yang hanya diam selama 4 hari itu.
lalu hari selasa dia baru muncul.
dan dia ga sedikitpun merasa bersalah.
gue emosi
gue marah
dan keluarlah kata-kata pengen ngelempar CPU ke kepalanya.
dan sejak saat itu dia mulai menjauh dari gue. dia sih bilangnya pengen temenan aja dulu karena dia kasihan ngeliat gue ga sanggup ngimbangin dia. dia sudah berlari, dan gue masih mencari jejak. terlalu berat buat gue...
dan yah, akhirnya dia mulai ngurangin kontinuitas ngobrol and its hurt me. karena pelan-pelan dia udah numbuhin cinta di hati gue dan dia juga yang memaksanya untuk mati.
posisi gue memang lemah. gue ngga tau rumahnya dimana, gue nggak tau kantornya dimana, dan yang paling mengenaskan adalah gue nggak tau NOMOR TELPONNYAAAAAAAA!!!!
Astagaaaaa... gue yang seorang bankers dari Bank Terbesar bisa-bisanya bertindak ga rasional gini. Gue udah dibuat gila sama manusia itu. dan sayangnya udah hilang kesempatan gue untuk terbang bersama dia. dia memilih terbang sendiri, mungkin sambil mencari burung yang sesuai dengan kriterianya. yang jelas burung itu pasti cantik, seksi, pinter, keibuan, sabar dan emosinya ga meledak-ledak seperti gue...
and its hurts me... alot...