Yeah, setelah hampir sebulan ga kasih
kabar. Tepatnya setelah gue ngajak ketemuan di Jakarta tgl 13 Mei
2012 di FX. Dan dia ga pernah kasih kabar setelah itu. Gue pikir ini
semua sudah berakhir.
Maksud gue gini, dia punya nomor gue.
Kalau pun dia ga ada jaringan internet, dia bisa kontak gue dari
wartel atau telpon umum buat ngabarin. Tapi sampai detik ini pun
henpon gue ga berdering. Jadi yah gue pikir si burung memang ga niat
serius sama gue. Ini lebih seperti anak kecil dan makanannya. Sering
kali anak kecil main-main dulu sama makanannya sebelum dimakan.
Mungkin si burung juga cuma mau main-main aja.
Then yah, pastilah gue sedih. Bohong
kalau engga. Walaupun saat itu gue ga nekat ke jakarta buat nemuin
dia. Tapi dia spesial. Dia sudah mencuri attention gue. Gue kagum
sama dia. Gue ngefans istilahnya. Dan sepertinya gue berharap bisa
punya sesuatu bersama dia. Tapi angan hanyalah angan ...
Dan gue pun move on. Gue balik lagi on
off sama cowo gue (ehm..sebenernya gue punya cowo tapi statusnya
memang ga jelas dan mungkin saat ini kita hanya teman baik. Hanya
saja kita memang sangat dekat seperti pacaran but officially we're
not in relationship)
Sampai hari kamis yang lalu dia comes
up.
Dia onlen.
Memang sih dia ga nyapa. Akhirnya
setelah melewati pergulatan batin yang lama, gue nyapa duluan. Gue
sama sekali ga ngungkit tentang janjian di FX itu. Maksudnya gue
bener-bener mau move on. Gue cuma mau temenan. Dan dari obrolan itu
dia bilang kalau sekarang udah di Swiss. Dia ada proyek dalam jangka
waktu yang lama.
Ada sedikit kesedihan. Dia sekarang
jauh. Yah, sama cowo gue juga jauh sih tapi rasanya kalau sama Burung
jauh ada something missing.
Setelah gue cerita mau keliling South
East Asia bulan Agustus nanti, dia kelihatannya juga seneng lihat gue
suka traveling karena dia juga traveler. Lalu dia nawarin kerjaan ke
gue di luar negeri. Di Swiss tepatnya.
Jujur, untuk saat ini gue bahkan ga ada
pikiran untuk kerja di luar negeri. Memang, dulu gue punya cita-cita
nerusin master Accounting di Belanda. Tapi yah, setelah gue kerja,
umur gue bertambah, ditambah temen-temen gue banyak yang Married, gue
putusin untuk nyari suami aja, punya anak, beres!!! Hahahaha....
Jadi tawaran Burung agaknya ga bikin
gue tertarik dan agak males sebenernya. Gue bahkan bilang kalau ke
luar negeri pengennya jalan-jalan. Bukan kerja. Apalagi tipikal gue
yang suka hahahihi, loncat sana loncat sini, teledor. Apalah kalau
punya atasan bule, bisa dipecat gue.
After that I had deep of thinking.
Kenapa si Burung nawarin kerjaan di Swiss? Di Negara yang sama dengan
saat ini dia kerja. Gue... aaaah... ga tau deh. Gue selalu galau
kalau inget dia. Apalagi waktu dia bilang dia disana untuk jangka
waktu yang lama...
Gue sering kangen sama dia. Sering
mengkhayal punya keluarga kecil sama dia. Dan gue masih inget dia
cuma mau dua anak, padahal gue mau tiga. Dia bilang oke tiga, tapi
tunggu dua tahun lagi setelah si kecil agak gedean. And I feel...
very close with him at that moment...
When he said: Aku udah cek pintu dan
jendela ya. Kamu cek si kecil ya, suka lupa kamu selimutin tuh...
Lalu ketika gue akan tidur dan dia
masih asyik nonton tivi dia akan bilang: Nanti aku nyusul ya, Sayang.
Kamu tidur dulu. I love you...
And I just said: I know
....
Right now I want to back at that moment
and said: I love you too...