Minggu, 03 Juni 2012

The Bird Comes Up Again


Yeah, setelah hampir sebulan ga kasih kabar. Tepatnya setelah gue ngajak ketemuan di Jakarta tgl 13 Mei 2012 di FX. Dan dia ga pernah kasih kabar setelah itu. Gue pikir ini semua sudah berakhir.

Maksud gue gini, dia punya nomor gue. Kalau pun dia ga ada jaringan internet, dia bisa kontak gue dari wartel atau telpon umum buat ngabarin. Tapi sampai detik ini pun henpon gue ga berdering. Jadi yah gue pikir si burung memang ga niat serius sama gue. Ini lebih seperti anak kecil dan makanannya. Sering kali anak kecil main-main dulu sama makanannya sebelum dimakan. Mungkin si burung juga cuma mau main-main aja.

Then yah, pastilah gue sedih. Bohong kalau engga. Walaupun saat itu gue ga nekat ke jakarta buat nemuin dia. Tapi dia spesial. Dia sudah mencuri attention gue. Gue kagum sama dia. Gue ngefans istilahnya. Dan sepertinya gue berharap bisa punya sesuatu bersama dia. Tapi angan hanyalah angan ...

Dan gue pun move on. Gue balik lagi on off sama cowo gue (ehm..sebenernya gue punya cowo tapi statusnya memang ga jelas dan mungkin saat ini kita hanya teman baik. Hanya saja kita memang sangat dekat seperti pacaran but officially we're not in relationship)

Sampai hari kamis yang lalu dia comes up.

Dia onlen.

Memang sih dia ga nyapa. Akhirnya setelah melewati pergulatan batin yang lama, gue nyapa duluan. Gue sama sekali ga ngungkit tentang janjian di FX itu. Maksudnya gue bener-bener mau move on. Gue cuma mau temenan. Dan dari obrolan itu dia bilang kalau sekarang udah di Swiss. Dia ada proyek dalam jangka waktu yang lama.

Ada sedikit kesedihan. Dia sekarang jauh. Yah, sama cowo gue juga jauh sih tapi rasanya kalau sama Burung jauh ada something missing.

Setelah gue cerita mau keliling South East Asia bulan Agustus nanti, dia kelihatannya juga seneng lihat gue suka traveling karena dia juga traveler. Lalu dia nawarin kerjaan ke gue di luar negeri. Di Swiss tepatnya.

Jujur, untuk saat ini gue bahkan ga ada pikiran untuk kerja di luar negeri. Memang, dulu gue punya cita-cita nerusin master Accounting di Belanda. Tapi yah, setelah gue kerja, umur gue bertambah, ditambah temen-temen gue banyak yang Married, gue putusin untuk nyari suami aja, punya anak, beres!!! Hahahaha....

Jadi tawaran Burung agaknya ga bikin gue tertarik dan agak males sebenernya. Gue bahkan bilang kalau ke luar negeri pengennya jalan-jalan. Bukan kerja. Apalagi tipikal gue yang suka hahahihi, loncat sana loncat sini, teledor. Apalah kalau punya atasan bule, bisa dipecat gue.

After that I had deep of thinking. Kenapa si Burung nawarin kerjaan di Swiss? Di Negara yang sama dengan saat ini dia kerja. Gue... aaaah... ga tau deh. Gue selalu galau kalau inget dia. Apalagi waktu dia bilang dia disana untuk jangka waktu yang lama...

Gue sering kangen sama dia. Sering mengkhayal punya keluarga kecil sama dia. Dan gue masih inget dia cuma mau dua anak, padahal gue mau tiga. Dia bilang oke tiga, tapi tunggu dua tahun lagi setelah si kecil agak gedean. And I feel... very close with him at that moment...

When he said: Aku udah cek pintu dan jendela ya. Kamu cek si kecil ya, suka lupa kamu selimutin tuh...
Lalu ketika gue akan tidur dan dia masih asyik nonton tivi dia akan bilang: Nanti aku nyusul ya, Sayang. Kamu tidur dulu. I love you...

And I just said: I know

....

Right now I want to back at that moment and said: I love you too...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar